INTEGRASI MASYARAKAT / SOSIAL
1. PENGERTIAN INTEGRASI MASYARAKAT / SOSIAL
Arti dari pembauran itu sendiri adalah menyesuaikan, masuk ke dalam, melebur, dan menyatu. Sehingga semua hal tersebut bisa menjadi satu kesatuan. Dengan begitu, integrasi tersebut merujuk pada artian menyesuaikan, melebur, atau bersatunya dua hal atau lebih yang berbeda.
Dari penjelasan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa integrasi sosial merupakan suatu proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda yang ada di dalam masyarakat. Sehingga hal tersebut bisa melebur menjadi satu dan utuh. Unsur-unsur tersebut dapat berupa ras, etnik, kedudukan sosial, agama, bahasa, norma, adat istiadat atau kebiasaan, dan juga sistem nilai.
Di dalam integrasi masyarakat, terdapat kerjasama dari semua lapisan masyarakat. Mulai dari keluarga, individu, lembaga, dan juga masyarakat itu sendiri. Sehingga hal tersebut bisa menghasilkan kesepakatan tentang nilai, yang kemudian dijunjung tinggi bersama-sama.
Akan tetapi, integritas sosial tidak hanya bisa diukur dari kriteria diatas, yaitu dengan bersatunya meleburnya semua anggota masyarakat dalam artian fisik. Namun hal tersebut juga memuat tentang pengembangan sikap solidaritas dan juga perasaan yang manusiawi. Hal tersebut adalah dasar dari sebuah keselarasan suatu masyarakat.
Menurut Michael Banton, seorang ilmuwan sosial asal Inggris, menjelaskan integritas sebagai pola suatu hubungan yang menganggap adanya perbedaan ras yang ada di dalam masyarakat. Namun, mereka tidak memberikan sebuah peran penting pada perbedaan tersebut.
Hak dan kewajiban yang berkaitan dengan ras seseorang hanyalah sebatas pada bidang tersebut saja, Sehingga tidak ada sangkut pautnya dengan bidang, baik itu pekerjaan, status, dan lainnya.
2. FAKTOR PENDORONG INTEGRASI SOSIAL
a. Homogenitas Kelompok
Salah satu faktor yang bisa mendorong terjadinya integrasi sosial adalah tingkat kemajemukan. Semakin majemuk dan heterogen suatu masyarakat, maka proses integrasi akan semakin sulit tercapai. Mungkin juga akan memakan waktu yang lebih lama. Sedangkan masyarakat yang homogen akan lebih mudah mencapai integrasi sosial, karena mereka lebih mudah menciptakan integritas dalam waktu yang cukup singkat.
b. Jumlah Anggota
Selain kemajemukan masyarakat, jumlah anggota juga bisa menjadi faktor kecepatan proses terbentuknya integrasi sosial. Semakin banyak anggota, maka semakin sulit untuk mewujudkan dan mencapai integrasi tersebut.
c. Mobilitas Geografis
Mobilitas geografis adalah suatu perubahan atau perpindahan penduduk di sebuah wilayah. Anggota masyarakat baru di sebuah wilayah akan mencoba menyesuaikan diri dengan norma dan nilai yang sudah berlaku di wilayah tersebut.
d. Efektivitas Komunikasi
Integrasi sosial bisa dipengaruhi oleh efektivitas komunikasi antara anggota satu dengan anggota yang lainnya yang ada di dalam masyarakat. Jika antar anggota sudah memiliki sistem komunikasi yang efektif, maka integrasi sosial akan mudah dicapai. Namun jika suatu masyarakat tidak memiliki sistem komunikasi yang efektif, maka mereka akan lebih sulit mencapai integrasi sosial.
e. Sikap Toleransi dan Membutuhkan
Faktor yang terakhir adalah adanya toleransi hingga rasa saling membutuhkan. Dengan begitu, antar anggota masyarakat akan lebih mudah menerima perbedaan yang ada di masyarakat itu sendiri. Selain itu, kesadaran bahwa kita itu saling membutuhkan juga dapat mempercepat terbentuknya integrasi sosial.
Komentar
Posting Komentar